Pengertian Conveyor

Pengertian Conveyor

Diposting pada

Elektronikindo.comPengertian Conveyor. Dalam dunia industri, conveyor merupakan salah satu alat transportasi material yang sangat penting dan umum digunakan. Sebelum kita menjelajahi lebih dalam tentang fungsi, jenis, dan manfaatnya, mari kita pahami terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan conveyor.

Dalam artikel ini, kita akan bersama-sama elektronikindo.com membahas secara rinci tentang pengertian, prinsip kerja, serta aplikasi dari conveyor dalam berbagai industri baca dan pahami artikel ini agar menambah wawasan anda.

Pengertian Conveyor

Conveyor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan atau mengangkut barang. Alat ini berfungsi sebagai sarana transportasi untuk pengangkutan barang, baik yang berukuran kecil maupun besar, serta memiliki kapasitas ringan atau berat.

Saati ini, penggunaan conveyor tidak terbatas hanya pada perusahaan tertentu. Banyak bisnis lain yang juga memanfaatkannya untuk mempermudah berbagai jenis pekerjaan. Fenomena ini tidak terlepas dari kegunaan conveyor yang sangat diperlukan dalam berbagai konteks.

Fungsi Conveyor

Adanya conveyor sangat bermanfaat dalam proses pemindahan barang secara massal tanpa perlu bolak-balik, sehingga menghemat waktu. Apa saja manfaat dari alat transportasi ini? Temukan penjelasannya di bawah ini:

  • Menyimpan waktu dan energi saat memindahkan barang, baik yang ringan maupun berat.
  • Mempercepat proses pengangkutan barang tanpa melibatkan intervensi manusia.
  • Mengurangi interaksi langsung pekerja untuk menjaga kebersihan produk.
  • Mampu mengangkut barang secara simultan.
  • Sistem konveyor bahkan digunakan dalam treadmill untuk olahraga.

Jenis Conveyor

Conveyor, alat transportasi pengangkut barang, memiliki beragam bentuk, ukuran, dan kegunaan tergantung jenisnya. Biasanya, conveyor beroperasi dengan menggunakan tenaga dari motor, gaya gravitasi, atau secara manual.

Walaupun memiliki variasi bentuk dan ukuran, umumnya conveyor terdiri dari bingkai panjang yang mendukung sabuk, rol, atau roda. Setelah membahas pengertian dan fungsi conveyor, mari kita lanjutkan dengan menjelaskan berbagai jenis conveyor yang sering dipakai dalam berbagai industri.

Roller Conveyor

Seperti namanya, conveyor jenis ini memiliki roller paralel dengan berbagai ukuran yang menyerupai jembatan yang panjangnya untuk mengangkut barang atau produk. Conveyor jenis ini dapat beroperasi dengan menggunakan gaya gravitasi bumi, ditarik, atau didorong.

Roller conveyor dirancang secara khusus sesuai dengan jenis barang yang akan diangkut, yang tentunya mempengaruhi bahan yang digunakan. Bahan tersebut bisa berupa karet, logam, plastik, dan lain sebagainya.

Belt Conveyor

Conveyor belt dilengkapi dengan sabuk yang berfungsi untuk menopang barang yang akan diangkut agar tetap berada pada posisinya. Bahan yang digunakan untuk sabuk conveyor pun bervariasi. Misalnya, jika digunakan untuk mengangkut produk yang panas, maka bahan yang digunakan biasanya adalah logam.

Konveyor sabuk beroperasi dengan menggunakan putaran yang terhubung pada drum (pulley). Jenis konveyor ini sering digunakan di perusahaan yang mengangkut produk berat. Kelebihan dari konveyor ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikutnya!

  • Kemampuan untuk mengatur kapasitas beban.
  • Mampu menangani muatan berat.
  • Dapat beroperasi pada kemiringan dengan sudut hingga 18 derajat.
  • Kecepatan dapat diatur hingga 600 kaki per menit.
  • Mampu beroperasi secara vertikal.
  • Dilengkapi dengan sabuk penahan untuk keamanan barang yang diangkut.
  • Mudah dalam perawatan.

Powered Roller (Roller Bertenaga)

Berikutnya, terdapat conveyor jenis roller yang ditenagai. Biasanya digunakan dalam industri pembuatan besi, makanan, dan pengemasan yang memerlukan daya dorong tambahan. Bahan yang digunakan juga disesuaikan dengan kapasitas produk yang dihasilkan.

Apron Conveyor

Perusahaan yang memiliki kebutuhan untuk mengangkut barang berat dengan kecepatan hingga maksimum 100 kaki per menit umumnya menggunakan konveyor jenis Apron. Selain itu, meskipun membawa muatan berat, conveyor slat masih dapat beroperasi pada kemiringan hingga 25 derajat. Konveyor ini juga cocok untuk pengangkutan bahan kasar, besar, dan berminyak.

Ball Transfer (Transfer Bola)

Untuk pengangkutan yang membutuhkan transfer multi-arah antara jalur kerja satu arah ke yang lainnya, sistem ball cast mounted sangat diperlukan. Hal ini memastikan penanganan dapat berjalan dengan lancar.

Magnetik

Konveyor jenis ini menggunakan chip magnetik untuk memindahkan produk secara horizontal atau vertikal. Sistem kerjanya didasarkan pada plat stasioner yang terpasang di bawah magnet.

Bucket Conveyor

Konveyor bucket, atau yang sering disebut sebagai elevator bucket, menggunakan wadah berbentuk multi-sisi yang terpasang pada kabel, belt, atau rantai untuk mengangkut barang. Produk yang diangkut dapat berupa bahan cair atau kering, seperti beras, gula pasir, kacang-kacangan, dan lumpur.

Kapasitas angkut elevator bucket mencapai 100 ton per jam, melebihi chain conveyor pada kemiringan curam. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan timba yang digerakkan oleh rantai dengan beragam bentuk sesuai fungsinya.

Pneumatic Conveyor

Conveyor pneumatik beroperasi dengan menghubungkan pompa ke sedotan yang akan mengangkut barang dan menghisap produk melalui selang yang dapat mengubah arahnya. Meskipun sistemnya berbasis aliran udara, kotoran atau debu yang menempel akan disaring oleh mesin penyaringan. Dengan demikian, produk yang membutuhkan tingkat kebersihan yang tinggi akan tetap terjaga kebersihannya.

Pneumatik sangat sesuai untuk digunakan dalam pengangkutan produk jadi atau bahan makanan guna menghindari zat beracun seperti timbal dan sejenisnya. Alat yang umumnya digunakan dalam konveyor ini meliputi pompa sebagai penghasil udara, cyclone untuk memisahkan partikel berukuran besar, dan bag filter sebagai penyaring debu.

Drag Atau Chain

Conveyor Chain memiliki beberapa jenis, antara lain chain sliding dan rolling. Pergerakannya memiliki sedikit gesekan. Cara kerjanya menggunakan rantai yang disambungkan tanpa putus untuk menarik unit penggerak.

Namun, jenis conveyor chain sudah jarang digunakan karena perawatannya yang cukup sulit dan sering mengalami masalah pada mesinnya. Meski begitu, conveyor chain sangat cocok jika digunakan untuk proses produksi yang melibatkan penahanan debu, penyilangan, kombinasi garis horizontal dan vertikal, serta suhu tinggi.

Screw Conveyor

Conveyor ini menggunakan sekrup dalam proses pengangkutan. Fungsinya sangat sesuai untuk material serbuk, butiran, dan biji-bijian. Selain itu, dapat digunakan untuk pengadukan dan pencampuran bahan, seperti dalam pembuatan makanan instan kering atau basah.

Conveyor merupakan berbagai jenis alat yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang usaha. Penting untuk memilih dan menyesuaikan jenis conveyor dengan produk yang akan diangkut sebelum membelinya.

Penutup

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai pengertian conveyor dan berbagai jenisnya. Dengan memahami konsep dasar dan fungsi dari conveyor, diharapkan Anda dapat memilih dan menggunakan alat transportasi material ini dengan lebih efektif sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Dengan menggunakan conveyor yang tepat, Anda dapat meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses produksi, dan mengurangi biaya operasional. Jangan ragu untuk menjelajahi berbagai pilihan conveyor yang tersedia di pasaran dan konsultasikan dengan ahli teknik atau industri untuk mendapatkan solusi terbaik bagi perusahaan Anda. Terima kasih telah membaca, semoga informasi ini bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *