Mode Operasi PLC

Diposting pada

Elektronikindo.comMode Operasi PLC. PLC (Programmable Logic Controller) dapat diilustrasikan sebagai komputer industri mini yang bertugas melaksanakan berbagai fungsi kontrol. Dirancang khusus untuk lingkungan industri, PLC mampu beroperasi dengan tahan lama dalam kondisi yang keras.

Komponen utama sebuah PLC meliputi CPU, catu daya, panel pemrograman, input, dan output. PLC banyak digunakan dalam operasi industri, karena efisiensinya yang tinggi dalam mengkoordinasikan berbagai proses industri.

PLC menjadi solusi utama dalam otomasi industri, dengan kemampuan mudah diprogram dan diprogram ulang. Dengan PLC, kita dapat mengontrol beragam mesin, proses, dan instrumen secara efektif dan efisien.

Jenis – Jenis Mode Operasi PLC

Terdapat dua jenis mode operasi untuk prosesor PLC, yang pertama adalah mode program (mode program) dan yang kedua adalah mode RUN (mode RUN).

Jumlah mode ini dapat berbeda-beda tergantung pada pabrikan PLC. Namun, kedua mode program ini biasanya ada pada setiap PLC.

Mode Program

Dalam mode ini, program baru dimasukkan, dan mode ini juga digunakan untuk mengedit atau memperbarui program serta untuk mengunggah atau mengunduh file program.

Jika PLC berada pada mode ini, Pada semua output PLC akan dinonaktifkan, dan urutan I / O ladder dihentikan.

Mode Run

Mode ini digunakan dalam PLC untuk MENJALANKAN program pengguna. Saat berada dalam mode ini, perangkat input dipantau, dan perangkat output diberi daya sesuai kebutuhan.

Prosesor akan beralih ke mode RUN setelah semua instruksi dimasukkan ke dalam program PLC.

Mode Test

Mode ini digunakan setelah mengedit atau membuat program untuk menguji program PLC sebelum digunakan dalam aplikasi nyata seperti otomasi industri, dan lain sebagainya.

Dalam mode ini, program baru diuji dengan input tanpa memberi daya pada output apapun. Kita dapat menyertakan berbagai jenis mode uji dalam mode uji satu langkah, yang mengarahkan prosesor untuk menjalankan satu rung atau sekelompok rung.

Salah satu mode yang disebut mode uji pemindaian tunggal (single-step test mode), yang dapat menjalankan pemindaian atau siklus operasi prosesor tunggal.

Mode uji lainnya adalah mode uji pemindaian berkelanjutan yang akan mengarahkan proses untuk menjalankan program secara terus menerus untuk melakukan pemecahan masalah.

Mode Remote

Pada mode remote sangat berguna untuk mengontrol PLC dari jarak jauh. Jika menggunakan mode ini, kita dapat memilih mode program run dengan menggunakan komputer yang terhubung ke PLC. Mode ini akan sangat berguna jika pengontrol tidak berada di lokasi yang dapat diakses.

Mode Monitor

Pada mode ini, CPU berjalan dan I/O akan diproses dengan cara yang begitu sama seperti pada mode RUN, dan juga status operasi CPU dapat dipantau oleh anda.

Bit dapat anda atur paksa atau diatur ulang, nilai yang ditetapkan, dan nilai saat ini dari timer dan instruksi counter dapat dimodifikasi. Nilai sekarang dari data word juga dapat dimodifikasi. Mode ini biasanya digunakan untuk penyesuaian sistem selama uji coba operasional.

Bagaimana mode operasi menggambarkan perilaku CPU

Mode operasi menggambarkan perilaku CPU pada suatu titik waktu tertentu. Informasi mengenai mode operasi CPU sangat penting untuk mengetahui bagaimana CPU beroperasi selama startup program, pengujian pengontrol, dan juga untuk tujuan troubleshooting.

Jika CPU berada dalam mode stop, maka akan memeriksa keberadaan modul yang diatur oleh pengalamatan default, dan akan mengirimkan I/O ke status awal yang telah ditentukan. Dalam mode stop, program pengguna tidak dapat atau akan dijalankan.

Dalam mode start-up, perbedaan dibuat antara jenis start-up seperti warm restart, hot restart, dan cold restart. Selama mode RUN, CPU akan menjalankan program pengguna dan akan memperbarui input dan output, pesan kesalahan, dan interupsi layanan.

Dalam mode HOLD, Pada saat pemrosesan program dihentikan dan kita dapat memeriksa program para pengguna. Jika pada saat CPU belum siap untuk dioperasikan, bisa terjadi diarenakan masalah pada catu daya atau kesalahan pada CPU.

Penutup

Dalam artikel ini, Elektronikindo.com telah membahas tentang berbagai mode operasi PLC yang berperan penting dalam menggambarkan perilaku CPU pada PLC. Setiap mode memiliki fungsi dan peran yang berbeda dalam pengoperasian dan pengujian PLC.

Dengan pemahaman yang baik tentang mode operasi ini, pengguna dapat mengoptimalkan kinerja PLC, melakukan troubleshooting, dan mengontrol PLC dengan lebih efisien.

Semoga informasi tentang mode operasi PLC ini bermanfaat bagi para pembaca dalam memahami lebih lanjut tentang penggunaan dan fungsi PLC dalam berbagai aplikasi industri dan otomatisasi. Selamat menerapkan teknologi PLC dalam kegiatan otomatisasi dan kontrol industri!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *