Pin Kaki Flyback

√ Pin Kaki Flyback Bagian Beserta Fungsinya Lengkap

Diposting pada

Elektronikindo.com – √ Pin Kaki Flyback Bagian Beserta Fungsinya Lengkap. Untuk para teknisi TV, sangat penting untuk mengetahui bagian dan fungsi pin kaki flyback. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam pekerjaan servis TV.

Perlu diketahui bahwa flyback pada TV dan monitor PC dengan jenis CRT memiliki kesamaan. Namun, pada monitor, flyback dilengkapi dengan kapasitor internal yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas gambar, terutama saat dibutuhkan resolusi tinggi.

Sebelum membahas lebih lanjut, sudahkah kalian memahami apa itu flyback transformer yang biasa disingkat sebagai trafo FBT atau trafo LOPT (line output transformer)?

Apa itu Flyback?

Flyback adalah komponen transformator pada TV atau monitor yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan oleh tabung CRT (Cathode Ray Tube). Tegangan tinggi ini digunakan untuk menembakkan elektron di dalam tabung TV atau monitor, yang kemudian menghasilkan gambar pada layar.

Flyback dipasang pada blok horizontal output, yang bertugas menghasilkan tegangan tinggi berkisar antara 20kV hingga 30kV, tergantung pada ukuran TV. Di dalam flyback, terdapat dioda internal yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan tinggi dari trafo yang awalnya berbentuk pulsa.

Selain dioda, di dalam flyback juga terdapat lilitan dengan jumlah tertentu dan sebuah batang ferit, yang bersama-sama berfungsi seperti sebuah transformator. Komponen ini sangat penting karena tanpa flyback, tabung CRT tidak akan bisa menghasilkan gambar yang jelas dan berkualitas.

Bagian dan Fungsi Pin Kaki Flyback

Flyback adalah komponen vital dalam dunia servis TV, dan biasanya pengecekan pada flyback merupakan langkah pertama jika televisi mengalami kerusakan. Secara umum, flyback terbagi menjadi tiga bagian utama: bagian primer, bagian sekunder, dan bagian yang berada di antara keduanya, yaitu ABL, Focus dan Screen Adjustable, Kop Anoda, dan Kaki Pin. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

1. Bagian Primer Flyback

Bagian primer flyback terdiri atas beberapa komponen atau bagian penting, yaitu:

a. Colector

Merupakan pin atau kaki yang terhubung dengan kolektor transistor horizontal. Colector adalah pin penghasil tegangan tinggi saat flyback bekerja. Fungsi utama dari kolektor ini adalah mendistribusikan tegangan tinggi yang diperlukan untuk operasi tabung CRT.

b. Dioda Dumper

Merupakan kaki pin yang terhubung dengan dioda dumper. Namun, tidak semua flyback memiliki kaki pin untuk dioda dumper. Dioda dumper ini berfungsi untuk melindungi transistor horizontal dari tegangan balik yang tinggi yang bisa merusak komponen.

c. B+

Merupakan kaki pin yang terhubung dengan tegangan B+ 55V dan FET630. B+ adalah kaki yang menyediakan tegangan kerja untuk flyback. Jika tegangan B+ tidak masuk, flyback tidak akan berfungsi, dan layar TV tidak akan menyala. Oleh karena itu, memastikan tegangan B+ stabil dan sesuai spesifikasi sangat penting untuk kinerja flyback yang optimal.

Catatan

Jika kaki pin Colector, Dioda Dumper, dan B+ diukur dengan ohmmeter, maka akan terhubung. Hal ini menkaliankan bahwa ketiga pin ini berada dalam satu rangkaian yang sama dalam flyback, dan pengukuran resistansi antara mereka dapat memberikan informasi penting tentang kondisi dan konektivitas komponen di dalam flyback.

2. Bagian Sekunder Flyback

a. Ground

Ground adalah bagian flyback yang terhubung dengan ground monitor. Fungsinya adalah untuk menyediakan jalur referensi tegangan nol, yang penting untuk kestabilan dan keamanan sistem kelistrikan. Ground memastikan semua komponen lain di dalam monitor memiliki titik referensi yang sama, menghindari ketidakseimbangan tegangan yang bisa merusak komponen elektronik.

b. AFC (Automatic Frequency Control)

AFC memiliki tegangan sekitar 30-40 DCV. Fungsinya adalah untuk mengatur atau menstabilkan kerja IRF630 atau osilator horizontal. AFC berperan penting dalam menjaga frekuensi horizontal tetap stabil, yang diperlukan untuk memastikan gambar yang ditampilkan pada layar tetap jelas dan tidak mengalami distorsi.

c. G1

G1 adalah bagian flyback yang terhubung dengan dioda yang diposisikan dengan tegangan terbalik, sehingga keluarannya adalah tegangan minus. G1 berfungsi sebagai pengatur grid pertama dalam tabung CRT, mengendalikan aliran elektron yang menuju layar. Tegangan negatif pada G1 membantu mengendalikan intensitas berkas elektron, yang pada gilirannya mempengaruhi kecerahan gambar yang dihasilkan pada layar.

Bagian sekunder flyback ini sangat penting dalam memastikan flyback dapat menghasilkan tegangan yang diperlukan untuk berbagai fungsi di dalam monitor atau TV. Setiap komponen memiliki peran spesifik dalam menjaga performa dan kualitas gambar yang dihasilkan.

3. Bagian ABL Flyback

ABL adalah komponen pada flyback yang memiliki tegangan tak terukur, sehingga kaki pin harus terhubung dengan jalurnya. Jika tidak terhubung, dapat terjadi percikan api listrik. Fungsi utama ABL adalah membatasi kecerahan (brightness) yang menuju ke blok RGB secara otomatis. Berikut adalah beberapa bagian dari ABL:

a. G2 atau Bagian Screen

G2 adalah bagian yang berfungsi untuk mengatur gelap terangnya gambar. Dengan mengontrol tegangan pada G2, teknisi dapat menyesuaikan intensitas berkas elektron yang mencapai layar, sehingga dapat mengatur tingkat kecerahan gambar yang dihasilkan oleh tabung CRT.

b. G3/G4 atau Bagian Fokus

Bagian fokus, yang terdiri dari G3 dan G4, memiliki fungsi untuk mengatur fokus gambar. Jika gambar tampak kabur atau buram, tegangan pada bagian fokus dapat disesuaikan untuk mengklarifikasi gambar. Pengaturan fokus ini sangat penting untuk memastikan gambar yang tajam dan jelas pada layar.

c. Bagian Kop Flyback atau HV

Kop Flyback, juga dikenal sebagai HV (High Voltage), adalah bagian yang menghasilkan tegangan tinggi sekitar 26 kV yang menuju ke tabung CRT. Tegangan tinggi ini diperlukan untuk mempercepat elektron dari katoda ke layar fosfor, memungkinkan terbentuknya gambar pada layar. Kop Flyback harus terhubung dengan baik untuk mencegah percikan listrik dan memastikan kinerja optimal dari flyback.

Bagian-bagian dari ABL bekerja bersama-sama untuk mengontrol berbagai aspek dari gambar yang dihasilkan, termasuk kecerahan, fokus, dan penyediaan tegangan tinggi yang diperlukan untuk operasi tabung CRT. Memahami fungsi setiap bagian ini membantu teknisi dalam mendiagnosis dan memperbaiki masalah yang berkaitan dengan kualitas gambar pada TV atau monitor CRT.

Skematik Flyback

Ciri Kerusakan Flyback

Jika sebuah flyback mengalami kerusakan, umumnya akan ditkaliani dengan televisi yang mati total. Kerusakan ini sering terjadi akibat usia pemakaian yang sudah lama, sehingga lilitan kawat tembaga di dalam flyback menjadi rapuh. Berikut adalah ciri-ciri umum kerusakan pada komponen flyback:

1. Lilitan Flyback Putus atau Short

Lilitan kawat tembaga di dalam flyback dapat putus atau mengalami short (hubungan pendek). Hal ini mengakibatkan aliran listrik terputus, sehingga flyback tidak dapat menghasilkan tegangan yang diperlukan.

2. Tegangan Tinggi yang ke Anoda Tidak Muncul

Flyback yang rusak tidak mampu menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan untuk anoda. Ini menyebabkan tabung CRT tidak dapat menembakkan elektron dengan baik, sehingga gambar tidak akan muncul di layar.

3. Tegangan Heater atau Screen Tidak Ada

Flyback yang rusak juga dapat menyebabkan hilangnya tegangan pada heater atau screen. Tegangan heater diperlukan untuk memanaskan katoda dalam tabung CRT, sementara tegangan screen mengatur kecerahan gambar. Tanpa tegangan ini, layar akan tetap gelap.

4. Muncul Percikan Api Listrik

Kerusakan pada flyback dapat menyebabkan percikan api listrik. Hal ini terjadi karena adanya kebocoran atau hubungan pendek dalam komponen flyback, yang mengakibatkan aliran listrik tidak terkendali dan menciptakan percikan api.

5. Body Flyback Retak

Retakan pada body flyback adalah tkalian fisik kerusakan. Body yang retak dapat menyebabkan kebocoran arus listrik dan mengurangi efisiensi flyback, serta berpotensi menimbulkan bahaya keamanan.

6. Inti Ferit Pecah/Patah

Inti ferit dalam flyback dapat pecah atau patah akibat benturan atau penuaan material. Inti ferit yang pecah akan mengganggu medan magnet yang diperlukan untuk operasi flyback, sehingga mengurangi kemampuannya dalam menghasilkan tegangan tinggi yang stabil.

Memahami ciri-ciri kerusakan ini sangat penting bagi teknisi dalam mendiagnosis masalah dan menentukan langkah perbaikan yang tepat untuk memastikan TV atau monitor dapat berfungsi kembali dengan baik.

Gejala Kerusakan Flyback

Selain ciri-ciri kerusakan fisik, flyback yang rusak juga akan menimbulkan gejala umum yang dapat dideteksi. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering muncul ketika flyback mengalami kerusakan:

1. Power Supply atau Regulator Mengeluarkan Bunyi

Jika flyback rusak, power supply atau regulator pada TV sering mengeluarkan bunyi berdengung atau berdesis. Bunyi ini dihasilkan oleh tegangan yang tidak stabil atau beban yang berlebihan akibat kerusakan pada flyback.

2. Resistor di Bagian ABL Terbakar

Kerusakan flyback dapat menyebabkan resistor pada bagian ABL (Automatic Brightness Limiter) terbakar. Ini terjadi karena aliran arus yang tidak normal melewati resistor, menyebabkan panas berlebihan dan akhirnya membakar komponen tersebut.

3. Transistor Horizontal Panas dan Tegangan B+ Menurun

Flyback yang rusak dapat menyebabkan transistor horizontal menjadi sangat panas. Tegangan B+ yang seharusnya stabil juga bisa menurun, yang merupakan indikasi bahwa flyback tidak berfungsi dengan baik dan membebani transistor horizontal.

4. Transistor Horizontal Rusak Jebol

Transistor horizontal yang terlalu panas akibat beban berlebihan dari flyback yang rusak bisa jebol. Ketika transistor horizontal rusak, TV akan mati total karena tidak ada sinyal yang menggerakkan flyback untuk menghasilkan tegangan tinggi.

5. Muncul Semburan Api Berwarna Biru

Salah satu gejala yang paling mencolok adalah munculnya semburan api berwarna biru dari flyback. Ini menunjukkan adanya kebocoran tegangan tinggi atau hubungan pendek di dalam flyback. Semburan api ini sangat berbahaya dan menunjukkan kerusakan serius pada komponen flyback.

Memahami gejala-gejala umum ini sangat penting bagi teknisi untuk melakukan diagnosis yang tepat dan cepat. Dengan mengenali tkalian-tkalian ini, langkah-langkah perbaikan dapat segera diambil untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada TV atau monitor, serta untuk memastikan keselamatan saat melakukan perbaikan.

BACA JUGA :

Penutup

Memahami pin kaki flyback dan fungsinya secara lengkap sangat penting bagi para teknisi TV dan monitor CRT. Flyback merupakan komponen krusial yang bertanggung jawab dalam menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan untuk menampilkan gambar yang jelas dan tajam pada layar.

Dengan pengetahuan yang mendalam tentang setiap bagian dan gejala umum kerusakan flyback, teknisi dapat melakukan diagnosa dan perbaikan dengan lebih efektif.

Mengetahui fungsi dan peran dari setiap pin, baik pada bagian primer maupun sekunder, serta mengenali ciri-ciri dan gejala kerusakan, akan sangat membantu dalam proses perbaikan dan pemeliharaan.

Teknisi yang memahami cara kerja flyback dapat memastikan bahwa perangkat elektronik beroperasi dengan optimal dan memiliki umur panjang.

Dengan demikian, artikel elektronikindo.com ini diharapkan dapat menjadi panduan yang berguna bagi para teknisi dalam menjalankan tugasnya.

Semoga informasi yang disajikan bermanfaat dan dapat meningkatkan keahlian serta kualitas pekerjaan dalam dunia servis TV dan monitor CRT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *